Wajar Polisi Sangat Antusias Memburu Habib Rizieq

Wajar Polisi Sangat Antusias Memburu Habib Rizieq

SHARE
x-default

Publik-News.com – Aparat kepolisian dianggap wajar memburu pimpinan ormas Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Sebab, HRS tidak hanya dianggap menjadi penyebab kekalahan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, tapi juga dia menjadi penyebab hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menvonis Ahok 2 tahun penjara dalam kasus penistaan agama.

“HRS adalah ujung tombak perlawanan kepada Ahok. Sedang Ahok adalah China yang tadinya oleh nine swords dan seven Samurai sebagai ujung tombak Hoaqiau untuk menguasai Jakarta dan nasional seperti sudah diketahui ada kontrak. HRS adalah simbol perlawanan kepada China sejak kasus Ahok. Karena sudah bicara China, yang kini menguasai ekonomi nasional, pribumi yang memiliki nasionalisme ikut. Sementara diketahui birokrat, polisi, tentara, preman, dan parpol dikuasai China,” ujar Wakil Sekretaris Pemimpin Pusat Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (PBNU), Djoko Edhi Abdurrahman kepada Publik-News.com, Selasa (6/6/2017).

Dia menegaskan bahwa 80 persen lebih ekononomi nasional dikuasai cina. 80 persen lebih sektor keuangan juga dikuasai China. begitu juga dengan tanah perkebunan yang oleh Djoko Edhi dianggap dikuasi China mencapai 78 persen. Sementara itu, Djoko Edhi juga menyebutkan bahwa 74% tanah produktif DKI dikuasai China dalam bentuk hak milik.

“Kekayaan 4 orang taypan = kekayaan 100 juta masyarakat indonesia. Dari 150 rangking tax amnesty hanya 16 pribumi. Sebentar lagi politik nasional dikuasai China. Jadi Indonesia adalah kerajaan China. HRS ibarat pangeran diponegoro yang melawan penjajah,” sebut mantan Anggota DPR RI ini.

Ditanya apakah ada kemungkinan PDIP mendorong polisi sehingga cukup antusias ingin memenjarakan Habib Rizieq, Djoko Edhi mengatakan bahwa partai yang dipimpin Megawati Soekarno Putri tersebut merupakan ruling party (partai berkuasa). Bagi dia, ruling party hidup dari dukungan China. Bahkan, kata dia, Presiden Jokowi juga takkan menjadi presiden kalau tak dibantu taypan pengembang reklamasi, seperti yang dikatakanAhok.

“Proyek pulau-pulau palsu reklamasi pulau G saja menampung 1.860.000 penghuni dari Tiongkok. Maka dengann pertambahan penghuni China itu secara Pilkada, DKI niscaya digubernuri oleh China hingga akhir zaman. Itu awal terjajahnya indonesia oleh Cina. HRS muncul sebagai simbol perlawanan,” katanya.

Maka itu, wajar jika polisi menjadikan Habib Rizieq sebagai tersangka. Tidak hanya dalam kasus pornografi, tapi juga sejumlah kasus yang dituduhkan kepada Habib Rizieq. Misalnya, Habib Rizieq dituduh menghina simbol negara, Pancasila, karena HRS menjadi simbol perlawanan dan menghambat laju penguasaan China terhadap SDA di Indonesia.

“Polisi harus menghabisi HRS jika China masih berambisi menguasai politik nasional karenanya menyentuh ideoligisasi. Secara ideologi, China memang komunis. Jadilah komunis menjadi isu utama dalam perlawanan terhadap China,” tutupnya. (PN)

SHARE