Wakil Ketua DPR: Kalau Ahok Punya Etika, Secara Etis Dia Harus Berhenti

Wakil Ketua DPR: Kalau Ahok Punya Etika, Secara Etis Dia Harus Berhenti

SHARE

Publik-News.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sadar diri dengan kembali menjadi Gubernur aktif DKI menjadi beban masalah bagi rakyat. Menurut Fahri, apabila Ahok memang benar-benar mempunyai etika, seharusnya ia menonaktifkan diri sebagai Gubernur, apalagi nantinya Ahok akan bertartung dalam putaran kedua Pilgub DKI

“Yang benar bukan cutinya, secara hukum dia harus nonaktif. Karena UU mengatur demikian. Sebenarnya kalau Ahok punya etika, secara etis dia harus berhenti (sementara),” jelas Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/2/2017).

Fahri mengatakan aktifnya Ahok sebagai Gubernur DKI membuat publik selalu bertanya akan adanya keadilan. Sebab dari kasus yang dialami Gubernur di daerah lain ketika menyandang status terdakwa, kata Fahri, seketika itu langsung diberhentikan sementara.

“Sekarang Ahok itu mengkoordinir kepala desa atau lurah, mengkoordinir camat. mengkoordinir lurah punya akses ke RT, RW, saban hari ngantor di balai kota dengan back up dari aparatur negara, pakai mobil dari negara, ajudan negara, staf dari negara. Itu tidak fair bagi satu kompetisi dan tidak baik bagi dia juga karena dia dalam status sebagai terdakwa,” jelas Fahri.

Ketidakadilan kedua, kata Fahri, Ahok bisa menggunakan fasilitas negara, padahal ia dalam waktu dekat ini akan kembali bertarung dalam putaran kedua Pilgub DKI

“Harusnya ini dia lepas supaya pertandingan ini menjadi fair dan etis bagi dia sebagai seorang terdakwa untuk tidak memegang jabatan pemerintah yang strategis. DPRD juga sudah boikot, DPR ada angket seharusnya dia sadari sebagai suatu persoalan etika di tingkat dia,” tukas Fahri.(Fq)

Comments

SHARE