Wapres JK: Tujuan Program Tax Amnesty Agar Kita Bisa Tidur Enak

Wapres JK: Tujuan Program Tax Amnesty Agar Kita Bisa Tidur Enak

SHARE

Publik-News.com – Wapres Jusuf Kalla melakukan sosialisasi program pengampunan pajak atau tax amnesty. Hal saat Wapres JK memberikan sambutan pada acara yang digelar Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) belum lama ini. Dalam sambutannya, Wapres JK di hadapan para pengusaha mengharapkan pengusaha agar memanfaatkan program pengampunan pajak (tax amnesty) secepatnya.

Menurut Wapres JK, sebenarnya kebijakan Tax Amnesty adalah kemewahan yang diberikan pemerintah kepada rakyat. Kenapa dikatakan rakyat, JK berujar karena kebijakan amnesty tidak tiap tahun terjadi. Kali terahir terjadi pada 32 tahun silam (yakni tahun1984). Dengan demikian, kata sambung Wapres JK, jangan harap pada tahun 2017 yang akan datang akan ada lagi yang pengampunan pajak

“Bisa jadi nanti 30 tahun lagi dan mungkin kita yang ada di sini sudah tidak ada lagi. Jadi kalau jarang terjadi artinya ini adalah kememewahan atau suatu kemurahan yang diberikan negara kepada pengusaha. Ini karena kita (pemerintah) mencintai anda semua. Kalau kita tidak mencintai kita akan tindak masukkan penjara atau denda; itulah Tax Amnesty mengampuni anda semua,” ujar JK belum lama ini.

Menurut JK, amnesty terakhir yang diberikan negara kepada rakyatnya yakni saat perdamaian Aceh. Ribuan orang yang seharusnya di penjara tapi tidak dipenjara. Syaratnya senjata yang dipegang harus diserahkan, setelah itu kita maafkan. Jadi yang disetor senjata, setelah itu aman. Kalau berbicara dalam konteks pengusaha, JK mengatakan bahwa sebenarnya apa tujuan kita sebagai pengusaha ? Tujuan kita jadi pengusaha karena ingin tidur enak, ingin sejahtera.

“Jadi fungsi Tax Amnesty bagi anda supaya anda bisa tidur enak. Walaupun punya rumah besar, tapi selalu dicurigai dari mana (sumber) duitnya, maka apa anda akan tidur enak? Tentunya tidak. Karena itu rumah atas nama supir, mobil atas nama pembantu. Apa enaknya seperti itu. Nanti kalau pembantunya macam-macam ambil mobil anda, mau bilang apa? Jadi hidup tidak tenang. Maka sekarang pemerintah bermurah hati agar warganya, pengusahanya, bisa hidup tenang,” pungkasnya.

Menurut Wapres JK, tujuan dari tax amnesty adalah supaya rakyat hidup tenang. Kenapa itu dilakukan sekarang? kata JK, Karena kalau diberlakukan 2 tahun lagi, pada tahun 2018 kalau sudah berlaku sistem informasi perpajakan di dunia, maka siapa yang menggelapkan pajak akan menjadi musuh dunia, seperti teroris. Kalau teroris seperti itu selalu ditelusuri dari mana asalanya, ia membeli senjata dari mana, dan akan ditangkap semua jaringannya. Begitu juga kalau kita meggunakan system terbuka, ketika ditemukan uang di suatu tempat misalnya di Bank Swiss maka ditelusuri dari mana asalnya, ternyata dari Indonesia dan tidak bayar pajak maka orangnya akan dipanggil.

“Jadi Tax Amnesty ini adalah kemurahan dari negara agar kita bisa tidur enak. Artinya siapa yang tidak menggunakan kemurahan dari negara maka akan ada balasannya jug,” lanjutnya.

Kemudian Wapres menyoroti tentang tagline dari Kementerian keuangan yang berbunyi “Ungkap, Tebus, Lega.” Aman. Kalau tidak dijalankan Akan menjadi “Ungkit, tangkap, dan lemas.” Karena kalau sudah ditangkap anda pasti akan lemas. Oleh karena itu kenapa kebijakan Tax Amnesty diberlakukan sekarang, kata Wapres JK, agar supaya pada 2018 rakyat tidak menjadi musuh bersama dunia.

Ini karena negara, sayang sama anda semua, supaya anda tidak kena masalah dunia ini. Dan kenapa Repatriasi dan deklarasi, Wapres JK merasa rakyat sudah lebih tahu, bahkan lebih tau dari pemerintah. Berapa deposito di Singapura, di Hongkong, Jepang semua negatif , jadi buat apa rakyat menyimpan uang di luar negeri. Disebutkan Wapres JK, di Indonesia masih lumayan beli SUN masih 4 persen. Deposito masih 5-6 persen.

“Jadi apa urusannya simpan di luar tapi bunganya negatif walaupun pajaknya nol. Jadi kebijakan ini diberlakukan karena pemerintah menyangangi anda semua supaya bisa tidur enak. Daripada nanti anda kena “Ungkit, Tangkap, dan Lemas,” sambungnya.

Menurut Wapres JK, Indonesia pada tahun ini akan memperbaiki seluruh sistem teknologi perpajakan dan diharapkan akan selesai pada tahun depan. Bahkan, JK mengatakan perbaikan sistem teknologi perpajakan “harus” selesai agar semua transaksi terpantau terpantau. Dengan demikian, sebelum itu dilaksanakan, JK mengajak semua pihak berdamai dengan kata, “Ungkap, Tebus, dan tidur nyenyak”.

“Itu lebih baik daripada rumah atas nama supir. Marilah kita berdamai antara negara dan rakyatnya agar terjadi kesenangan semua. Efeknya juga ada, kita butuh anggaran dari investasi negara ini. Karena hanya warga negara demokratis yang bayar pajak, artinya bisa menuntut fasilitas bagus kalau bayar pajak, kalau tidak bayar pajak tidak boleh menuntut,” katanya.

(Hurri Rauf)

SHARE
Comment