Wasekjen PAN: Hentikan Demoralisasi Terhadap Amien Rais

Wasekjen PAN: Hentikan Demoralisasi Terhadap Amien Rais

SHARE

Publik-News.com – Wasekjen Dewan Pimpinan Pusat Parta Amanat Nasional (DPP PAN), Raji N Sitepu mensinyalir ada pihak-pihak tertentu yang mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengaitkan nama mantan Ketua MPR RI Amien Rais dengan kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan yang menjerat mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari.

Menurut Raji, selama ini Amien Rais tak pernah lelah mengkritisi pemerintah. Tidak hanya berbicara,
tokoh reformasi ini bahkan ikut menjadi inisiator dan penggagas serta ikut turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi ketika pemerintah tidak tegas menegakkan hukum dan Undang-undang.

Tak sampai disitu, Raji juga menyebut bahwa Amien Rais merupakan salah satu tokoh yang berhasil menumbangkan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI Jakarta.

“Waktu demo bela Islam soal penistaan agama pak Ahok, beliau kan ikut terus. Kekalahan Ahok juga karena salah satu faktornya karena Pak Amien. Jadi saya menduga ada pihak-pihak yang mencoba mendramatisasi kasus Alkes sehingga nama Pak Amien dipaksakan disebut,” ujar Raji dalam keterangan persnya, Kamis (8/7/2017).

Menurut Raji, KPK jangan sampai mematuhi perintah pihak-pihak yang mendramatisasi nama Amien Rais. Sebagai lembaga penegak hukum yang selama ini dipercaya masyarakat, Raji menambahkan agar pimpinan KPK menolak segala bentuk intervensi dalam pemberantasan korupsi.

“Rakyat pasti melawan dan bisa tidak percaya lagi sama KPK jika pimpinannya mudah diintervensi. Janganlah pak Amien menjadi target hanya karena beliau terlalu kritis terhadap pemerintah,” tambah Raji.

Kepada pihak-pihak yang mencoba mendorong KPK dan mendramatisasi penyebutan nama Amien Rais, Raji meminta agar hal itu dihentikan. Raji mengajak mereka lebih fokus mendorong dan mendukung segala program yang dicanangkan pemerintah untuk menumbuhkan perekonomian nasional.

“Hentikan itu demoralisasi pak Amien. Ayo kita bantu pemerintah melaksanakan program. Kita harus menghindari main fitnah, apalagi kita sedang memasuki bulan puasa Ramadhan,” katanya. (PN)