Home Politik Yenny Wahid Belum Bisa Tentukan Dukungan Terkait Pilpres 2019

Yenny Wahid Belum Bisa Tentukan Dukungan Terkait Pilpres 2019

38

Publik-News.com – Putri Presiden RI ke-4 Yenny Wahid menegaskan pihaknya tak akan Golput dalam Pilpres 2019, walaupun hingga kini belum memutuskan apakah akan mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Saya belum bisa tentukan, akan berpihak ke calon yang mana pada Pilores 2019. Tapi golput kalau bisa  jangan dulu,” ujar Yenny saat menghadiri acara Doa Munajat dan Istiqotsah Qubro Warga Nahdliyyin dalam rangka perayaan HUT RI ke-73 di Halaman Masjid Jami’ Nurul Islam, Jl. Cipeucang II No. 8 RT 004 RW 012, Koja, Jakarta Utara, Minggu, (19/2018).

Yenny menjelaskan, Gusdurian sebagai sebuah gerakan tentu memiliki cara sendiri sebelum menentukan siapa yang akan dipercaya mengemban amamat sebagai pemimpin negara Indonesia.

“Gusdurian memilih melalui proses panjang, melalui dalil akli dan dalil nakli. Dalil akli berarti melihat secara rasional sepak terjang dan rekam jejak obyektif sosok capres,” jelas Yenny

Dengan memakai dalil akli, lanjut Yenny, Gusdurian memilih tanpa memakai ikatan emosional, tapi melihat jejak seseorang, apakah bisa berbuat untuk kesejahteraan rakyat.

“Nah, kalau dalil nakli, kami di Gusdurian memilih sosok capres setelah melalui perenungan dan munajat untuk minta petunjuk yang maha kuasa, Alloh SWT,” tegas Yenny.

Yenni sendiri meminta agar Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas jangan sampai berpolitik praktis, sebagaimana khittah NU 1926.

“NU memang seharusnya tidak berpolitik praktis sesuai khittoh dan sebagai keputusan mukhtamar. Itu pegangan bagi NU,” ujarnya.

Jika pun ditemukan ada NU berpolitik, lanjut Yenny, maka dapat dipastikan bahwa itu adalah sikap orang per orang. Mereka atas nama sendiri, bukan atas nama organisasi NU. Sebab warga NU itu sangat besar dan ada di mana-mana.

“Masyarakat NU juga bebas ke siapa saja. Dari dulu enggak pernah utuh ke salah satu calon dalam Pilpres,” imbuhnya.

Lebih jauh ia mengatakan, warga NU punya prosesnya sendiri dalam menentukan pilihan politik. Dan terbukti bahwa warga NU ada di banyak partai. Ada di PPP, PKB, Demokrat, Golkar, Gerindra, dan partai lainnya.

“Jadi kalau mau melihat ke mana pilihan warga NU, lihat saja ada di partai mana dia. Warga NU yang di Gerindra ya pasti pilihamnya pak Prabowo. Kalau di Golkar atau PPP atau PKB ya pilihnya Jokowi,” tutup Yenny. (sh)

Comment