Yusril Anggap Vonis Terhadap Ahok Cukup Ringan

Yusril Anggap Vonis Terhadap Ahok Cukup Ringan

SHARE

Publik-News.com – Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra menganggap putusan majelis hakim memberikan hukuman dua tahun penjara terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terbilang cukup ringan dari pada kasus penistaan agama lainnya.

“Kalau kita bandingkan dengan kasus-kasus penodaan agama yang lain yang sudah divonis, vonis terhadap Ahok cukup ringan. Beberapa kasus penodaan agama di Jakarta, Bali dan Pangkal Pinang, dijatuhi hukuman 4 tahun, lebih lama dua tahun dibanding Ahok,” katanya lewat keterangan tertulis, Selasa (9/5/2017).

Dalam putusannya kali ini, majelis hakim menvonis Ahok lebih berat dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang hanya menuntut Ahok satu tahun penjara dengan dua tahun masa percobaan.

“Seperti saya katakan dua minggu yang lalu, hakim bisa saja menghukum Ahok lebih berat dari tuntutan jaksa. Vonis seperti itu disebut vonis ultra petita. Hakim beralasan bahwa mereka bertugas untuk menegakkan hukum dan keadilan. Karena itu, rasa keadilanlah yang dikedepankan, bukan sekadar tuntutan jaksa yang dibacakan di persidangan,” katanya.

Menurut Yusril, apapun vonis yang dijatuhkan pada seseorang, apalagi Ahok, pastilah menjadi vonis yang kontroversial. Bagi yang suka, vonis itu dianggap terlalu berat. Mereka bahkan ingin agar terdakwa diputus bebas karena mereka anggap tidak bersalah.

Sebaliknya, bagi mereka yang tidak suka, hukuman yang dijatuhkan kepada Ahok, pastilah dianggap terlalu ringan. Mereka, bahkan ingin agar terdakwa dihukum seberat-beratnya.

Sementara saat ini Ahok sedang mengajukan banding dari keputusan ini. Namun demikian, majelis hakim memerintahkan kejaksaan untuk menahan Ahok. (Fq)

 

SHARE
Comment