Home Politik Yusril Bakal Bongkar Konspirator Yang Menggagalkan PBB Tak Lolos Pemilu 2019

Yusril Bakal Bongkar Konspirator Yang Menggagalkan PBB Tak Lolos Pemilu 2019

Publik-News.com – Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendera tidak akan tinggal diam perihal partainya yang dinyatakan KPU pusat tidak lolos menjadi peserta Pemilu 2019. Padahal, kata Yusril, KPU Papua sudah menyampaikan dan mengumumkan PBB lolos tingkat provinsi.

“Mempertanyakan KPU Papua yang telah mengumumkan PBB lolos, tiba-tiba menyerahkan hasil rekap yang menyatakan PBB tidak lolos tanggal 14 Februari, sebelum KPU Pusat mengumumkannya tanggal 17 Februari kemarin,” kata Yusril, Minggu (18/2/2018).

Yusril mensinyalir ada permainan pat gulipat menggagalkan PBB ikut Pemilu melalui KPU Papua dan dibenarkan oleh KPU Pusat.

Yusril mengatakan pihaknya telah mengetahui bahwa KPU Papua telah mengumumkan kepada publik bahwa PBB di sana memenuhi syarat tanggal 11 Februari 2018 lalu. Namun tanggal 14 Februari, tanpa diketahui PBB Papua, KPU Papua merubah status PBB menjadi tidak lolos dan itulah yang dilaporkan ke KPU Pusat.

Yusril merasa partainya sangat dirugikan dan dipermainkan KPU, sehingga dia bukan saja akan menggugat KPU Papua dan KPU Pusat, tapi juga akan mempidanakan mereka.

“Kami ingin membongkar dugaan bahwa ada konspirasi menggagalkan PBB ikut Pemilu dengan memperalat KPU. Semuanya bukan saja akan kami gugat secara perdata, tapi juga akan kami lawan secara pidana” tegas Yusril.

Yusril sejak lama merasa bahwa partainya yang dikenal sebagai partai Islam moderat dan nasionalis, selalu dihalang-halangi ikut pemilu oleh kekuatan sekular dan kiri anti Islam. “Sekuat tenaga kami akan melawan” kata Yusril.

Dia merasa bahwa berbagai elemen ormas Islam, cendekiawan dan ulama moderat memberikan dukungan kuat agar partai Islam modernis seperti PBB tetap eksis di negara ini.

“PBB tetap kritis dan tidak mudah diombang-ambingkan kekuasaan”. Itu mungkin sebabnya kehadiran PBB tidak disenangi oleh kelompok sekuler dan kiri anti Islam,”tambah Yusril. (PN).

Comment