Yusril Jadi Keynote Speaker Diskusi UU Pemilu dan Perppu Ormas

Yusril Jadi Keynote Speaker Diskusi UU Pemilu dan Perppu Ormas

SHARE

Publik-News.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB), Yusril Ihza Mahendra menjadi keynote speaker pada acara diskusi bertajuk “Tinjauan UU Pemilu 2019 dan Dampak Perpu Nomor 2 Tahun 2017 Terhadap Aktifitas Ormas-Ormas Islam,”.

Diskusi tersebut diselenggarakan di Markas Besar DPP PBB Jl. Raya Pasar Minggu, Senin (21/8/2017). Hadir sebagai narasumber adalah Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Irman Putra Sidin.

Diskusi ini terbuka untuk umum dan dihadiri ratusan orang peserta. Di hadapan peserta diskusi, Yusril memamaparkan soal gugatan Undang-Undang Pemilu, khususnya presidential threshold atau ambang batas calon presiden dan calon wakil presiden yang sudah diputuskan 20-25 persen perolehan suara nasional ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Artinya pencalonan capres-cawapres ini akan menggunakan hasil pemilu legislatif yang lalu. Dan Presidential threshold ini sudah empat kali diuji di MK,” ucap Yusril.

Yusril juga menyanyangkan gugatan Effendi Ghazali yang dikabulkan MK bukan tentang Pemilu serentak, tapi soal ambang batas capres-cawapres tak pernah diimplementasikan. Dengan alasan itu, Yusril pesimis MK mengabulkan permohonan gugatannya tersebut.

“Saya menganggap ini berat. Permohonan Effendi Ghazali dikabulkan tapi presidensial tresoldnya ditolak. Jadi akan debat yang panjang ini,” tukasnya.

Terkait Perppu ormas, Yusril berjanji akan terus melakukan perlawanan. Menurutnya, DPR bisa saja menolak soal Perppu, yang dianggap banyak kalangan penuh kontroversi itu, jika MK mengabulkan permohonan yang diajukan Ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto tersebut.

“Pemerintah sudah sampaikan ke DPR. DPR punya 2 pilihan. Ditolak atau dibuat UU. Ini cepat-cepatanlah. MK menguji Perppu. MK bisa membatalkan Perppu,” kata Yusril sambari menegaskan bahwa dirinya dan partainya tidak akan pernah lelah melakukan perlawanan. (PN)

Comment